Reaksi Kimia

Tujuan:
1. Belajar mengamati dan menuliskan reaksi di laboratorium dan menggambarkan kesimpulan dari pengamatan reaksi tersebut.
2. Berlatih menulis dan menyeimbangkan persamaan kimia.

Dasar Teori
            Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat (pereaksi) diubah menjadi zat-zat lain (hasil reaksi). Persamaan kimia adalah lambang dari suatu reaksi kimia, jadi lambang dan rumus merupakan pengganti dari nama-nama pereaksi dan hasil reaksi (Petrucci, 1985).
            Reaksi kimia dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu
1. Reaksi kimia yang berlangsung tanpa perpindahan elektron
Biasanya penggabungan/pemisahan ion-ion atau molekul-molekul. Contohnya bila larutan berair natrium klorida dicampur dengan larutan berair perak nitrat, maka suatu reaksi kimia terjadi yang ditunjukkan dengan terbentuknya suatu endapan putih. Padatan putih ini terdiri dari ion-ion perak dan klor yang bergabung bersama dalam gugusan besar.
2. Reaksi kimia yang berlangsung dengan terjadinya perpindahan elektron
Dikenal sebagai reaksi redoks atau reaksi oksidasi-reduksi. Contoh, penggabungan satu atom natrium dengan satu atom klor yang dapat dipandang sebagai hasil perpindahan satu elektron dari atom natrium ke atom klor (Sastrohamidjojo, 2001).

            Phenolphthalein; fenolftalein adalah zat warna yang digunakan sebagai indikator asam-basa. Tidak berwarna dibawah pH 8 dan berwarna merah diatas pH 9,6. Methyl orange atau jingga metil adalah zat warna organik  yang digunakan sebagai indikator asam-basa, berubah dari pH dibawah 3,1 menjadi kuning di atas pH 4,4 dan digunakan pada titrasi yang melibatkan basa lemah (Daintith, 1994).

Pembahasan
Tujuan praktikum adalah belajar mengamati dan menuliskan reaksi di laboratorium dan menggambarkan kesimpulan dari pengamatan reaksi tersebut serta berlatih menulis dan menyeimbangkan persamaan reaksi. Reaksi kimia adalah suatu perubahan kimia dari suatu zat menjadi zat baru yang sifat maupun komposisinya berbeda dari zat asal atau awal. Reaksi kimia yang ditunjukkan pada praktikum kali ini adalah perubahan warna dan adanya endapan. Suatu reaksi dapat terjadi karena adanya pergantian ion, sedangkan tidak terjadi reaksi jika tidak ada pergantian ion. Reaksi kimia pada praktikum ini disebut metatesis/ reaksi pergantian ganda, yaitu ion-ion dari setiap unsure saling bergantian.
Na2SO4 dengan HCl tidak bereaksi karena HCl keasamannya lebih rendah dibanding H2SO4. Na2SO4 merupakan garam asam kuat yang berasal dari H2SO4. Begitu juga dengan Na2SO4 dan HNO3. HNO3 lebih rendah keasamannya daripada H2SO4.
Na2SO4 dengan KOH sebenarnya bereaksi tetapi rekasi tidak terlalu tampak sehingga seperti tidak bereaksi. Ini dikarenakan K pada deret volta terletak lebih kiri dibanding Na sehingga bisa mendesak Na. Selain itu Na dan K terletak pada golongan yang sama, memiliki sifat yang tidak terlalu berbeda sehingga semuanya larut, maka reaksinya tidak terlalu tampak. Untuk Na2SO4 dan NaOH tidak bereaksi karena tidak terjadi pergantian ion, yaitu Na dengan Na. reaksi kimia berbeda dengan reaksi fisika. Reaksi kimia membentuk suatu zat baru, sedangkan reaksi fisika tidak membentuk zat baru, hanya berubah wujud.
Indikator adalah suatu zat yang digunakan untuk mengetahui keasaman dan kebasaan suatu larutan. Indikator PP akan berubah warna dari pH dibawah 8 menjadi warna pink di atas pH 9,6. Jika direaksikan dengan larutan bersifat asam maka akan berwarna bening atau tidak mengalami perubahan warna, sedangkan pada larutan yang bersifat basa akan berubah warna menjadi pink.
Indikator methyl orange akan berubah warna menjadi merah jika dibawah pH 3,1 dan menjadi orange jika di atas pH 4,4. Methyl orange direaksikan dengan larutan bersifat asam akan berubah warna menjadi merah dan pada larutan bersifat basa akan berubah menjadi orange.
Ciri-ciri terjadinya reaksi kimia:
-          Adanya endapan
-          Adanya gelembung
-          Perubahan warna
-          Perubahan suhu

Untuk file lengkap bisa download di link ini:
http://downloads.ziddu.com/download/23894601/Percobaan-IV-Reaksi-Kimia.docx.html




Nystatin



  1.     Brand Name  : Mycostatin [1]
  2.     Indication(s)  : Antifungal [2]
  3.   Mechanism    : Interaction with ergosterol in the membrane of antibiotic-sensitive organisms, resulting in formation of barrel-like membrane-spanning ion channels [2]. Nystatin also influences cellular function through its interaction with cholesterol to sequester it in the plasma membrane, thereby effectively reducing the ability of cholesterol to interact with and exert its effects on other membrane components [2].
  4.  Side Effect(s) : Fever, chills, headache, nausea, vomiting, hypertension/hypotension and hypoxia, and nephrotoxicity [3].
  5. Mechanism     : Polyenes induce the production of pro-inflammatory cytokines [3]. Moreover, it is believed that the induction of pro-inflammatory cytokines by polyenes is responsible for many of the acute adverse effects associated with systemic treatment with polyenes [3].
  6. Metabolism    : Nystatin is metabolized into 10-deoxynystatin, a nystatin precursor lacking a hydroxyl group at C-10 [4].

REFERENCES :
1.      http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9529849  -  Ali S.A., et., J Pak Med Assoc. 1997 Oct;47(10):246-8.
2.      http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24009857 - Baek S., et al., Biomol Ther (Seoul). 2013 January; 21(1): 42–48.
3.      http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10696790  - Larson J.L., et al., Toxicol Sci.2000 Feb;53(2):421-9.
4.      http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16251298 - Sletta H., et al., Antimicrob Agents Chemother. 2005 November; 49(11): 4576–4583.